TIDUR ANDA MENGALAMI GANGGUAN? HATI-HATI DEPRESI ! - Kalian Sehatkan? Iyalah jangan sakit-sakit dongg!!!

Gunakan PC/Laptop untuk menikmati tools lebih baik

Free Spade Rainbow ani 1 Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, 26 November 2019

TIDUR ANDA MENGALAMI GANGGUAN? HATI-HATI DEPRESI !

DEPRESI

“ Di dunia ini tidak ada sesuatu yang sudah pasti, kecuali kematian dan pajak “
-          -Benjamin Franklin (1817)-


Dalam kehidupan sehari-hari, sekarang banyak orang yang mengalami depresi. Misalnya suasana hati yang dapat berubah-ubah karena berbagai peristiwa. Terdapat banyak sumber terjadinya depresi misalnya pada pekerja yang hubungan kerjanya diputuskan,pensiun, salah satu anggota keluarga meninggal,banyak tugas, bahkan banyak pada anak muda sekarang yang depresi karena cinta.


Sebelumnya kita harus mengetahui dulu apa itu depresi, depresi adalah gangguan suasana hati, dan kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental ( berpikir,berperasaan, dan berperilaku) seseorang. Pada umumnya suasana hati (mood) yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan. Perlu diketahui pula depresi bisa membunuh, selain berpengaruh negatif terhadap kebahagian dalam hidup,hubungan, dan pekerjaan. Depresi dapat menyebabkan bunuh diri dan penyakit fisik lain seperti jantung.




Pada 2016, International Health Metrics and Evaluation (IHME) mengestimasi bahwa lebih dari 1,1 miliar penduduk di dunia mengalami penyakit gangguan mental (mental disorder) dan bergantung pada substans aditif. Dengan peringkat pertama yaitu Greenland (22,14% dari total populasi atau sekitar 12.440 jiwa), kedua Australia(21,73% dari populasi), dan yang ketiga Amerika Serikat (21,56%).

Penyebab depresi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu biologis dan psiko-sosial. Secara biologis, umumnya karena hormonal, menderita suatu penyakit, dan penurunan berat badan secara drastis karena berbagai sebab. Sementara itu, secara psiko-sosial misalnya ada konflik individual atau interpersonal, tentang eksitensi, problem keluarga, dan sebagainya.

Ada beberapa gejala fisik depresi yang dapat dideteksi, antara lain sebagai berikut.

1. Gangguan pola tidur
Depresi dapat menyebabkann gangguan tidur karena terganggunya kerja melatonin, yaitu substansi kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar otak yang mengatur jam tidur seseorang. Setres dapat menyebabkan melatonin yang fungsinya sebagai antioksidan tidak dapat bekerja dengan baik. Tidak mengherankan jika proses penuaan dini lebih cepat pada orang yang depresi.

2. Menurunnya tingkat aktivitas
Pada umumnya orang yang depresi akan malas melakukan sesuatu atau pasif sehingga dapat pula menurunkan produktivitas kerja, karena orang yang depresi sendiri telah kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya.

3. Menurunnya efesiensi kerja.
Penderita depresi biasanya susah untuk memprioritaskan pekerjaan, kebanyakan dari mereka melakukan kegiatan yang tidak berguna seperti ngemil, merokok, dan melamun.

Selain gejala fisik ada pula gejala psikis dan sosial yang mudah dikenali pada seseorang yang menderita depresi antara lain.

1. Kehilangan rasa percaya diri
Seseorang yang menderita depresi cenderung memandang segala sesuatu dari sisi negataif, termasuk memandang dirinya sendiri misalnya orang lain lebih pandai dan beruntung dari pada dirinya.

2. Sensitif
Orang yang menderita depresi sangat sensitif terkadang sesuatu hal yang biasa saja malah dipandang dari sudut pandang yang berbeda, bahkan disalahartikan.

3. Merasa tidak berguna
Perasaan tidak berguna sering kali muncul sehingga ia menganggap dirinya gagal dalam pekerjaan.

4. Merasa bersalah
Rasa bersalah ini sering digambarkan oleh penderita sebagai sesuatu hukuman akibat kegagalan dirinya.

5. Merasa terbebani
Banyak penderita yang menuding orang lain bertanggung jawab atas kesusahan atau kegagalan yang dialaminya.

6. Menarik diri dari pergaulan
Penderita tidak suka bergaul meskipun kesempatan untuk itu terbuka, suka menyendiri, dan merasa malu dengan orang disekitarnya.


Pencegahan depresi

Kunci untuk mencegah depresi adalah mengatasi kerentanan Anda, misalnya sifat perfeksionis, memiliki pikiran negatif, kesulitan dalam hubungan, stres, dan penyalahgunaan obat. 

Beberapa strategi praktis untuk melindungi diri anda dari perkembangan depresi antara lain 

1. Menentang pikiran negatif 
Jika anda mengkhawatirkan sesuatu, pertama-tama dan yang terpenting adalah berdiskusi dengan anggota keluarga atau teman yang anda percayai. Pikirkanlah apa yang penting bagi anda dan apa yang anda cemaskan dari hal tersebut.

2. Meninjau tujuan dan prioritas anda secara teratur
Anda dapat menciptakan lebih banyak keseimbangan dalam kehidupan anda hanya dengan meninjau ulang tujuan dan prioritas anda. Jika anda sangat letih, belajarlah untuk mengatakan “tidak” dan mengatur waktu anda dalam melimpahkan tugas dengan baik dan mengambil kendali atas kehidupan anda. Kurangi jam kerja yang tidak perlu dan temukan kesempatan untuk menikmati hidup, mengonsumsi makanan bergizi,dan berolahraga.

3. Lebih sering bersantai
Relaksasi sangat baik untuk kesehatan fisik maupun mental anda. Bersantai dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran, seperti visualisasi, relaksasi otot, dan latihan pernapasan.

4. Memperbaiki hubungan pribadi
Komunikasi yang lebih baik adalah kunci untuk hubungan pribadi yang lebih baik dan menyelesaikan konflik.

5. Tidur nyenyak
Masalah kurang tidur biasanya mengarah pada depresi dan memperburuk keletihan serta sikap lekas marah. Hindarilah tidur sebentar pada siang atau malam hari, berada di tempat tidur selain untuk tidur, tidak aktif ( tetapi hindari berolahraga menjelang waktu tidur), bekerja atau melakukan panggilan telepon yang membuat stres sebelum tidur, membayangkan kembali kejadian mengesalkan hari ini atau esok hari, dan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

6. Mengonsumsi makanan bergizi
Mengonsumsi makanan segar seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran berdaun gelap, dan roti dari biji-bijian utuh dapat mendukung fungsi otak anda. Produk kedelai merupakan sumber triptofan yang sanagt baik, yang diperlukan untuk produksi hormon ‘’bahagia’’ serotonin.
Atau bisa juga mengatasinya dengan makan makanan yang mengandung asam folat, karena asam folat sendiri berfungsi sebagai antidepresan. Zat ini dapat meningkatkan gairah kejiwaan seseorang; orang yang kekurangan asam folatt cenderung depresi. Kandungan asam folat di dalam sayuran tersebut mampu menurunkan kadar homosistein yang dihubungkan dengan kejadian depresi. Zat gizi seperti niasin dan selenium juga dapat membantu mengatasi depresi.



Perlu diingat !!!

Depresi merupakan risiko kesehatan yang umum dan serius. Anda harus bersikap proaktif dalam melindungi diri dari depresi dengan menantang pikiran negatif, lebih sering bersentai dan berolahrag, memelihara hubungan pribadi anda, tidur nyenyak dan mengonsumsi makanan bergizi, dan mencari pertolongan sesegera mungkin. Konseling psikologis, terapi perilaku kognitif, dan obat antidepresan merupakan penangan depresi yang sangat efektif.



Referensi.

penulis : Mirna Saputri (1911211030)
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
UNIVERSITAS ANDALAS

30 komentar:

  1. Terimakasih infonya kakk. Infonya sangat bermanfaat 😊😊

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah info yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Lahh kakak komen mirnaaa, hahahabaha

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya sangat bermanfaat ��

    BalasHapus
  5. Aku depresi liat tugas yg menumpuk,makasih loh strategi nya

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat , terima kasih

    BalasHapus
  7. makasih infonya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah sangat bermanfaat infonya. Terima kasih sudah membagikan infonya :)

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah sangat bermanfaat infonya. Terima kasih sudah membagikan infonya :)

    BalasHapus
  10. alhamdulillah infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Info yang sangat bermanfaat,terimakasih mimin

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus